Baru aja denger berita klo slh satu sodara ada yg resign padahal belum dapet kerjaan baru yg ajeg, dan bukan dari keluarga yang berada.
Cuma bisa ngelus dada..
Well, saya jg pernah di periode itu. tapi Tuhan sangat luar biasa Maha Baik. Tuhan memberikan kesabaran dan memberi saya lampu neon yang terang sehingga bisa MEMILIH dengan baik dan bijaksana.
Pilihan. Hidup itu pilihan. mau makan apa juga pilihan. Mandi atau gak pun pilihan.
Dulu saya dihadapkan pada pilihan mau kuliah di universitas negeri atau swasta. Tepat saya mau kuliah, mamah pensiun, papah pun demikian. Saya bingung. Kakak saya sudah bekerja, tapi saya juga tidak mau merepotkan mereka. Akhirnya saya memilih universitas negeri, pilihan jurusan pun yang sesuai dengan otak setelah melalui serangkaian try-out. Kenap universitas negeri? karena negeri itu murah! muraaahhh banget..!
Yaa ujung2nya mahal krn mesti ngekost, dan saya melalui periode2 susah dan sebagainya, tp tetap saya berusaha dapet beasiswa. pernah semester 3 saya jeblok sampe 2.60. nangiiiiss! semester 4 saya genjot prestasi sampe IPK 3.20 buat back up semester 3 jadi beasiswa tahunan saya dapet.
Lega rasanya klo dpt beasiswa. Beasiswa ga langsung msk k rekening saya. tapi masuk ke rekening mamah. dan saya minta klo lg pengen barang tertentu, kayak henphone ato komputer.
Setelah lulus saya kerja dan yaa emang loncat2, karena pekerjaan pertama di BUMN terkemuka gajinya kecil. Saya pun memberanikan diri ke luar kota di perusahaan lain. Dan mengundang komentar-komentar pedas dari kaka2 saya. Well, itu pilihan. Saya mengambil pilihan itu. Dan senangnya saya bisa ngirim ke mamah lebih itu luaaarr biasa.
Ya hidup itu pilihan. Tapi kadang yang umurnya lebih muda suka tidak paham dengan resiko. Resiko sebaiknya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi lebih baik memikirkan resiko yang harus diterima oleh orang terdekat kita, khususnya ibu dan bapak kita.
Apalah artinya anak, gaji kita tidak akan habis untuk supply orang tua. Dan jumlah nominal tidak melulu yang utama, yang penting rasa cukup. Apakah tiap hari harus makan daging? Daging organik? Kadang kita yang bisa mengukur diri sendiri. Apakah harus ke mall setiap hari? Boleh saja, toh hanya lihat-lihat. Kadang manusia hanya melihat nominal dan walaupun nominal sudah 2 digit tapi tetap tidak merasa cukup. Kalau dibandingkan, jika kita berumur 24 tahun langsung kerja, dan orang tua pada saat umur 24 tahun berumur 55 tahun, kemudian meninggal pada umur 60 tahun, coba hitung hanya 5 tahun kita bisa bantu orang tua. Sedangkan orang tua? sampai kita bisa mandiri, orang tua tetap membiayai kita, sekolah, dokter, makan, jajan, mainan, rekreasi...sebutkan...sebutkanlah! tidak habis angka itu tetap ada.. Apalagi sampai dibiayai pernikahannya. Subhanallah.
Pasti ada yang bilang, 'itu kan kewajiban orang tua', maka kewajiban kita pula untuk membiayai orang tua. WAJIB. Hitunglah air susu yang mengalir di tubuh kita, 3 tahun berapa literkah?
Orang tua harus mandiri. Masya Alloh, apalah artinya kita tanpa ada orang tua. Tak akan habis harta kita untuk orang tua. Alloh Maha Pemilik Rezeki, kita bisa pintar karena sekolah yang dibiayai oleh orang tua dan doa. Silahkan hitung berapa uang yang keluar. Tak akan habis angkanya...
Pilhan. Mau nikah saja pilih suami. Mau kerja pilih perusahaan. Semua ada resikonya. Tapi masing-masing punya hati untuk mensyukuri. Cukuplah puas dengan pilihan yang anda ambil hari ini. Resiko yaa pasti ada. Tiap manusia diberi akal untuk berpikir ke depan, dan punya hati untuk menimbang. Hanya terkadang, tools yang Alloh kasih tidak dimanfaatkan optimal.
Jika memang harus memilih, saya pilih yang buat saya bahagia dan meminimalisir kerugian di sisi orang tua saya dan jika harus ada resiko di orang lain, sebisa mungkin saya saja yang beresiko. Untuk apa merugikan orang lain atas pilihan kita?
Saya bukan ustadzah. tapi saya hanya ingin bahagia dunia akhirat. Alhamdulillah. itu saja yang tetap dipanjatkan, Tuhan Maha Baik. Cukupkanlah rezeki hamba. Amien.
Pilihan ada di tangan anda. Pilihlah yang terbaik. Pilihlah dengan hati dan akal. Pilihlah dengan tetap bermunajat padaNya. karena sebaik-baiknya pilihan adalah pilihan Alloh SWT.
I'll see you soon
Ranie