Perawang, 19 Nov 2011
Mooooorrrrnnnniiiiinnggg!!!
Wake up in Saturday means Leyeh-leyeh time.. :)
Walaupun membawa sedikit kekesalan bekas kemarin.
Didiemin. Adalah hal paling tidak enak di kamus kehidupan saya. Mending diomongin face-to-face, dibentak, ataupun dimaki2 di depan muka saya, jadi saya tau apa kesalahan saya. Tapi didiemin a.k.a dicuekin? It is not good at all, esepecially if your besties, sister, parents, or BF do that.
Well, i have it last nite. Dunno what happened. But i still act as if nothing has to be worried. But still I ask, "am I do sumthin' wrong ro u?" and still get "No" answer but in fact its opposite.
Bingung aja sama org yg ngakunya deket sm qta tapi kok malah begitu. Sudah tau saya tidak akan pernah mengerti klo tidak diomongin. Saya tidak belajar bahasa kalbu dan saya bukan peramal. Lagipula, lebih baik terucapkan daripada mengira2 bukan?!
Ya..ya.. maaf saya curhat pagi2 soal kekesalan saya sama BF saya (disebut #akang), karena dia sudah kenal saya 4 tahun, lah kok masi aja pake tren "cuek"-in saya.
Dan lucunya, semalam salah satu temen kantor yg satu mess sama saya baru saja menangis plus banting2 gelas, pas saya lg maen ke kamarnya. Saya antara mau ketawa tapi juga merasa tersadarkan. I was like that before.
Kelakuan bitching saya kaya dlu itu waktu kuliah tepatnya waktu sama sebelum #akang, dan setelah ma #akang udah ga lanjut tapi beberapa bulan pertama sempet jg masi bitching ga jelas.
Daaann lebih lucu lagi, si teman seperti itu karena dicuekin ga jelas sama sang kekasih hati, dan selang 10 menit sang kekasih hati teman saya itu nelpon, langsung perangai berubah, air mata mengering dan tersenyum lebar sambil nanya manaja "kok kamu nyuekin aku sih, nyebelin!" dan jawaban sang kekasih hati "heheheh..pengen aja".
WHAT?! #akang juga dlu kelakuannya persis seperti sang kekasih hati teman saya itu. So, saya berpikir mungkin dia lagi mau ngerjain saya atau mau mendapatkan Me-time nya dia, atau lagi gak mau diganggu. Jadi saya pun mulai ber-positive thinking.
Tapi, satu hal yang mendasari pertanyaan saya. Why you must do like that? kenapa harus melakukan hal itu? apakah tidak merugikan satu pihak dan itu merupakan kekasih hati/belahan jiwa/istri/suami/ibu/ayah/anak/kakak/adik Anda?
Apa salahnya bilang dengan emosi anda paling natural, "Hey, saya marah sama kamu" atau "Saya mau sibuk sendiri besok, jangan ganggu" atau "Saya lagi pengen sendiri aja".
Itu lebih baik, karena pihak lain pun akan menghargai dan juga memahami kalau Anda bicara! Toh Anda bilang kepada org terdekat Anda yg sudah pasti mengerti luar dalam atas bawah plus dan minus diri Anda.
Saya nulis ini, karena saya tidak mengerti sama sekali dimana letak salah saya. Saya minta maaf, cm jawab "ya". Dan kelakuan tidak berubah.
Ahh sudahlah, penting sekali rupanya #akang sampai2 mengisi celotehan2 blog ini yg baru berumur 2 hari! Blaaahh..
Tapi, jika kamu baca ini, pastikan bahwa kamu bilang apa yang ingin kamu bilang ke orang yang terdekat denganmu.Karena mendiamkan bukan solusi yang sehat dalam berhubungan, apapun hubungan itu. (Sumber : raniesbite)
So, I'll see u soon..
Regards,
Ranie
note : #akang memang sepenting itu. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar